BAU-BAU KOTAKU

 

 

Kota Bau-Bau atau Baubau adalah sebuah kotamadya atau kota otonom di pulau buton, sulawesi tenggara. Bau-Bau memperoleh status kota pada tanggal 21 juni 2001 berdasarkan UU No 13 Tahun 2001.

Hasil registrasi penduduk pada akhir tahun 2006 berjumlah 122.339 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat jumlah penduduk laki-laki sebanyak 57.027 jiwa (46,61%) dan perempuan 65.312 jiwa (53,39%).

Nilai PDRB daerah Kota Bau-Bau berdasarkan harga berlaku pada tahun 2007 sebesar Rp1.254,49 miliar, sedangkan berdasarkan harga konstan sebesar Rp586,32 miliar.

Pada 2005, Bau-Bau diguncang gempa bumi berkekuatan 6,9 skala richter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Luas Wilayah

Kota Bau-Bau mempunyai wilayah daratan seluas 221,00 km², luas laut mencapai 30 km² merupakan kawasan potensial untuk pengembangan sarana dan prasarana transportasi laut Letak

Geografis

Secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 5.21° – 5.33° Lintang Selatan dan di antara 122.30° – 122.47° Bujur Timur, atau terletak di sebelah Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Wilayah Kota Bau-Bau berbatasan dengan:

  • Sebelah Utara: Selat Buton

  • Sebelah Timur: kecamatan kapuntori, Kabupaten Buton

  • Sebelah Selatan: kecamatan pasar wajo, Kabupaten Buton

  • Sebelah Barat: kecamatan kadatua, Kabupaten Buton

Topografi

Kota Bau-Bau pada umumnya memiliki permukaan yang bergunung, bergelombang dan berbukit-bukit. Di antara gunung dan bukit]-bukit terbentang dataran yang merupakan daerah – daerah potensial untuk mengembangkan sektor pertanian.

Hidrologis

Kota Bau-Bau memiliki pula sungai yang besar yaitu sungai Bau-Bau yang membatasi Wolio dan Betoambari dan membelah ibu kota Bau-Bau. Sungai tersebut umumnya memiliki potensi yang dapat dijadikan sebagai sumber tenaga, irigasi dan kebutuhan rumah tangga.

Iklim

Keadaan iklim di daerah Kota Bau-Bau umumnya sama dengan daerah lain disekitarnya yang mempunyai 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau dengan suhu udara berkisar 20º C – 33º C.

Musim hujan terbanyak terjadi pada bulan Desember dan Maret, pada bulan – bulan tersebut angin barat yang bertiup dari Asia dan Samudera Pasifik mengandung banyak uap air, musim kemarau terjadi mulai bulan Mei sampai bulan Oktober, pada bulan – bulan ini angin timur yang bertiup dari Australia kurang mengandung uap air.


 

 


 

 

 

 

 

Last Updated (Tuesday, 07 July 2009 08:13)